Saran DARI Konbes GP Ansor: Elite Politik Harus Bekerja sama Tangani Corona

GP Ansor sudah menuntaskan Rapat Besar ke- XXIII di Kabupaten Minahasa Sulawesi Utara, Minggu( 20 atau 9). Konbes GP Ansor itu dibuka oleh Kepala negara Jokowi serta ditutup oleh Pimpinan Biasa Yaqut Cholil Qoumas ataupun Gus Yaqut.

Dalam konbes itu pula diperoleh beberapa saran buat penguasa pusat. Kebanyakan poin- poinnya, berkaitan dengan penindakan endemi COVID- 19.

” Endemi belum nampak bila hendak selesai serta sedang lalu mencatatkan akumulasi permasalahan terkini. Semua bumi berambisi lekas ditemui vaksin alhasil pergerakan sosial ekonomi kembali bisa dipulihkan,” tutur Yaqut, di Minahasa, Minggu( 20 atau 9) malam.

Terdapat 6 saran GP Ansor pada rezim Jokowi- Maruf Amin. GP Ansor memohon supaya penguasa berlatih dari negeri lain yang sudah sukses menanggulangi endemi COVID- 19.

Tidak cuma itu, GP Ansor pula memohon supaya golongan atas politik bergandengan tangan buat faedah bangsa Indonesia di tengah endemi COVID- 19.

” Mudah- mudahan dengan ikhtiar tanpa terpenggal serta lalu mendekatkan diri pada Allah SWT, bangsa Indonesia dapat aman melampaui tes yang berat dampak endemi ini. Amin yaa rabbal‘ alamin,” tutur Delegasi Pimpinan Komisi II DPR F- PKB itu.

Saran Konbes GP Ansor: Golongan atas Politik Wajib Bergandengan Tangani Corona( 1)

Rapat pers GP Anshor berakhir titel Kongres Nasional. Gambar: Andesta Herli Keagungan atau kumparan

Berikut Saran lengkap Konbes GP Ansor:

1. Pandemi COVID-19 adalah krisis kesehatan, sehingga semua pendekatan dan kebijakan harus dilakukan dengan menjadikan pertimbangan kesehatan sebagai prioritas utama;
2. Belajar dari pengalaman negara lain yang telah berhasil membatasi penyebaran COVID-19, pengambil kebijakan harus terus menerus mengevaluasi pendekatan yang dijalankan dengan mengadopsi praktik terbaik dari negara lain dan menyesuaikannya dengan kearifan lokal;
3. Dalam kondisi krisis kesehatan ini, semua keputusan yang diambil oleh para pemangku kebijakan termasuk birokrasi dan aparat pemerintah harus dilakukan secara cepat, efektif, dan efisien;
4. Untuk menanggulangi dampak pertumbuhan ekonomi yang negatif, pemerintah diharapkan menyusun ulang prioritas baik kebijakan maupun anggaran untuk memastikan masyarakat terdampak tetap memiliki daya beli dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, dan program-program pembangunan diprioritaskan kepada program pemberdayaan dan jaring pengaman ekonomi untuk masyarakat;
5. Para elite politik harus bergandengan tangan, saling menguatkan dan mengedepankan kemaslahatan bangsa dengan menghentikan rivalitas yang dapat berdampak kepada perlambatan pengambilan keputusan dalam penanggulangan krisis Covid-19 sebagai musuh bersama;
6. Mengingat pembatasan mobilitas masyarakat untuk mencegah penyebaran COVID-19 tidak hanya mengganggu kehidupan perekonomian, namun juga kehidupan sosial masyarakat, perlu dilakukan mitigasi dampak sosial dengan melibatkan para ahli dan pemimpin informal masyarakat untuk memastikan tidak muncul gejala keterasingan dan ketakutan/paranoid yang berlebihan dari sebagian rakyat kita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *