Fadli Zon: Jangan Respons Gatot Nurmantyo dan KAMI sebagai Lawan

Julukan mantan Komandan Tentara Nasional Indonesia(TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo belum lama marak diperbincangkan. Mulai dari Kita sampai pernyataannya yang berterus terang dilepas Kepala negara Jokowi sebab menginstruksikan menyaksikan film G30S atau PKI.

Teranyar, Gatot Nurmantyo jadi pancaran sebab kegiatan Kita pertanyaan komunisme style terkini di Surabaya tertunda sebab ditolak beberapa massa serta kesimpulannya dibubarkan oleh polisi.

Delegasi Pimpinan Biasa Gerindra Fadli Zon membela Gatot Nurmantyo. Ia beranggapan, seluruh orang mempunyai hak buat berorganisasi serta mempunyai tindakan.

” Kita bagaikan civil society seharusnya ditanggapi lazim saja. Memiliki hak buat berorganisasi berlagak serta berprinsip. Janganlah direspons bagaikan kompetitor,” tutur Fadli pada kumparan, Selasa( 29 atau 9).

Fadli Zon: Janganlah Jawaban Gatot Nurmantyo serta Kita bagaikan Kompetitor( 1)

Gatot Nurmantyo dikala keterangan Aliansi Kelakuan Melindungi Indonesia ataupun Kita di Bandung, Senin( 7 atau 9). Gambar: Galangan. Istimewa

Fadli mengatakan aksi segerombol massa di Surabaya itu bagaikan persekusi kerakyatan. Beliau pula menerangi penguasa mengarah berlagak eksklusif pada mereka yang mempunyai pemikiran berlainan.

” Terlebih diwarnai unjuk rasa dengan bentak caci pengusiran. Hukum eksklusif kepada yang beda pemikiran,” tutur Fadli.

Tidak hanya Mengenai Kita, Gatot pula belum lama jadi buah bibir, melalui pernyataannya kalau terdapat komunisme serta PKI style terkini di masa rezim Jokowi. Apalagi beliau mengklaim dilepas sebab film G30S- PKI.

Kita dideklarasikan pada 18 Agustus di Monumen Proklamasi Jakarta. Sebaris tokoh- tokoh nasional turut dalam aksi Kita mulai dari ahli hukum aturan negeri Refly Harun, penggerak kerakyatan Rocky Gerung, Said Didu, Titiek Soeharto serta lain- lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *